Rabu, 18 Januari 2017

Kerja Lagi...Kerja Lagi...Lagi Kerja



Kerja lagi, kerja lagi, Lagi Kerja
Saya kerja di daerah Harco Mangga Dua Komplek Agung Sedayu Blok A nomor 24, namanya Toko Roy, dan Toko tempat saya bekerja ini memiliki satu pabrik di daerah Kosambi namanya PT Benua Kemenangan Selaras.
          Saya kerja disini sudah 3 bulan, sebelumnya saya kerja di Metro (maaf, bukan metrotv). Ya tepatnya di samping Toko saya sekarang. Saya seneng banget bisa kerja di Toko Roy. Ya, saya tau setiap tempat kerja pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi saya gak mau bahas yang gak penting. Oke, saya mau bahas tentang kerjaan saya di Toko Roy ini. Saya kerja sebagai akunting (abal2), ya ilmu akuntansi saya gak lebih tinggi dari pohon cemara samping prapatan, ilmu akuntansi saya pas2an, meskipun dapat IQ 119 dan mendapat IPK 3.57, bukan berarti harus bangga kan.
          Iya, saya lulusan D3 dan mungkin banyak pembaca yang bertanya-tanya kok lulusan D3 kerja di toko. Memangnya dosa kerja di toko? Saya harus mencoba semua tempat kerja selama saya masih hidup, saya pernah bekerja di Bank Mayapada Sudirman, di PT Bestprofit, di Kampus sebagai asisten dosen juga pernah. Bahkan di pabrik juga saya tau bagaimana. Selama itu halal, kenapa tidak? Yang penting niat kita bekerja, gak neko2, gak ada niat mau apa2.
          Saya seneng bisa kerja di sini karena ternyata bos saya baik. Baik dalam arti bukan karena sering ngasih duit lho ya, ya maksudnya ngerti sama keadaan karyawan, saat karyawan mampu atau tidak, butuh bantuan atau tidak, dia paham dan siap membantu kapanpun. Keren lah pokoknya wibawa dan bijaksana. Namanya Pak Michael Indradjadja. Hari pertama interview ketemu beliau adalah hari pertama saya bertemu dengan beliau, meskipun sebelumnya tempat kerja saya berdampingan dengan ruko beliau, jujur saya belum pernah melihat beliau sekalipun. Yang saya dengar hanya berita tentang bapaknya yang bernama Pak Roy. Saya juga baru pertama kali bertemu beliau begitu kerja disini. Konon katanya, bapaknya Pak Michael ini galak banget. Oke, saya berusaha menenangkan diri, sekarang gini aja “gak mungkin ada orang marah2 kalo gak ada sebabnya”. Udah gitu aja. Kalo misalkan saya dimarahi, berarti ya ada yang harus diperbaiki dengan diri saya. Gitu aja, dan ga usah baper. Mau ada orang yang suka atau gak suka dengan kita ya upayakan yang terbaik. Jangan membenci. Gitu.
          Oke lanjut ke kerjaan. Kerjaan saya tiap hari adalah menyusun laporan buat financial statement akhir bulan. Pak Michael ini pengen banget supaya rekening gironya bisa surplus alias pemasukan lebih banyak daripada pengeluaran. Saya sudah mencoba menjelaskan, mengapa rekening bisa minus tiap bulan, karena pertama beliau menggunakan rekening itu untuk semua aliran dana, masuk keluar yang untuk operasional kadangn juga non operasional, non operasional misalkan bayar2 cicilan ini itu, beli ini itu buat rumah tangga, belum lagi pengeluaran di toko sama pabrik yang gak sedikit, sedangkan pemasukan kita biasanya lebih rendah dari pengeluaran kita. Oke, sampe sini kepala saya nyut-nyutan.
          Untungnya setelah saya jelaskan, pak Mike ini ngerti sama keadaannya. Ya alhamdulillah, saya sih sebisa mungkin pengen me-manaje keuangan beliau, tapi kan terkadang ada suatu pengeluaran yang gak bisa kita duga sebelumya.itulah yang bikin minus. Sebenernya kalo dari kegiatan operasional kita, kita itu gak rugi, malah untung. Hanya saya yang menyebabkan banyak pengeluaran adalah pengeluaran untuk keperluan pribadi dan rumah tangga. Gilaaa.... kepala saya kliyengan sampe ini.
          Alasan saya pindah dari sebelah adalah karena saya tidak cocok dengan bosnya. Gilaaaa, tu cewek cerewetnya minta ampun,banyak maunya, apa2 CCTV, karyawan ilang dikit liat CCTV, Pelitnya brooooo, gue kerja 10 bulan ga pernah ada naik gaji 100rb pun. Gilaaa, hartanya mau dibawa sampe kuburan kali. Yang saya dengar, satu ruko nya bakal dijual, gilaa gue seneng banget (gue langsung mikir ini pasti bangkrut). Makanya jangan dzalim sama orang, laknat Alloh swt itu pasti.
Kerja di tempat lama, gilaaaa setiap hari kayak masuk kandang singa, kayak kerja Rodi tau nggak. Kita diem dikit dikira tidur, kita napas dikit diomelin, gilaaa. Saya yakin tuh orang ada kelainan jiwa raga. Makanya selama 10 bulan saya disana, ada 5 orang karyawan yang keluar. Hahaha rasakan. Gimana orang mau loyal sama atasan,, atasannya aja begitu. Gak logika banget di zaman sekarang kerja sampe diliatin mulu di CCTV. Situ mantan pegawai CCTV?

Penting GAK Penting : Tentang profil penulis



Oke, mungkin banyak yang penasaran dengan detailnya saya. Untuk itu dalam postingan kali ini saya akan mengajak pembaca (pura-pura banyak yang baca), untuk membayangkan bagaimana saya. Yukk cekidottt....
Profil
Nama           : Liah Hastuti
TTL              : Ciamis, 22 Juli 1992
Alamat         : untuk sementara ini tinggal di Jakarta mungkin hingga 2019
Pendidikan    : Saya pernah sekolah beberapa sekolah di Ciamis, yakni     
                      SDN 2 Kawasen (lulus tahun 2004)
                      SMP Negeri 1 Banjarsari (lulus tahun 2008)
                      SMA Negeri 1 Banjarsari (lulus tahun 2011)
                      Akademi Bina Sarana Informatika Cengkareng (lulus tahun 2014)
Hobby             : Hobby saya tidur, motto dalam hidup saya adalah “saat paling      membahagiakan adalah ketika kita mau tidur”
Cita-cita           : ingin sekali menjadi seorang designer. Karena bapak dan ibu saya adalah seorang penjahat (maaf) penjahit.
                       Ibu saya dulu pernah bekerja di pabrik yang teramat besar se Asia Tenggara (PT Sarasa Nugraha Tbk) yang suatu saat lalu pabrik ini bangkrut karena salah manajemen (sok tau).
Makanan Favorit      : Apa aja yang penting enak dimulut, mau itu dari warteg, kaki lima, pinggir kali, bahkan solaria sekalipun. Tenang, lidah saya fleksibel selama makanan itu tidak manis dan bukan roti atau kue
                       (because I hate a bread and cookies. I hate them very much)
Minuman Favorit     : Saya fans air putih. Satu galon bisa habis hanya dalam 3 hari. Serius. Gara2 ini bapak saya panggil saya onta. Ya. Onta saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Onta! Aakkkkkk!
Status                    : selama ini saya tidak punya pacar. Bagi yang berminat silahkan coblos nomor 2 (maaf ini pilgub atau apa)
Tentang                 : Ya, pasti kalian sudah tau secara tersurat tentang saya, saya hanya wanita sederhana yang apa adanya. Saya gak bisa dandan, gak bisa terbang, dan gak bisa dapetin cinta kamu (*apasih). Alasan mengapa saya tidak suka kue dan roti adalah jadi ceritanya dulu sekitar tahun 2005, ibu saya nyobain mixer baru (saya gak tau mereknya apa), yang jelas waktu itu dia sedang bereksperimen membuat bolu. Bahannya saya ingat, telur, gula, tepung, pengembang, marimas, susu, energen, dan limbah pabrik (*maaf kalo yang terakhir engga termasuk). Ternyata pas di mix semua itu ada 1 telur yang busuk, gilaaaaa baunya menyengat melebihi got Jakarta. Sumpah bikin enek. Saya yakin baunya bisa membunuh satu gajah dewasa saat itu. Nah dari sanalah, saya beranggapan bahwa kue dan roti yang saya jumpai selama ini adalah terbuat dari telur busuk. Meskipun selama ini saya membantu membuatnya (kalo mau lebaran doang), dan saya tau bahan2nya emang berkualitas alias ga ada yang aneh. Tetap saja, masih terbayang kejadian beberapa tahun lalu. Bukan trauma, mungkin lebih ke ngeri aja. Ya itulah kenapa saya gak suka sama bolu. Mau dihias merah kuning hijau, mau dikasih boneka atau bayam sekalipun. Duhh, enggak deh. Aku menyerahhhh!!!!
Pengalaman paling berkesan : adalah ketika bersama keluarga dan bersama pacar (maaf, maksudnya bersama pacar temen saya). Ya kalo lagi ngumpul itu seneng banget, ngelebihin saat dapet THR lebaran.
Pengalaman paling buruk       : adalah ketika pernah ditolak cowok.huhuhu. it’s so sad story. Saat itu saya sering nangis, menyendiri, demam, pilek, kaki bengkak, bulu ketek pada rontok dan pegal-pegal (*ini gejala apa coba).
Musik                               : Saya sangat menyukai lagu-lagu Superjunior dan lagu-lagu Nike Ardilla. Saya punya banyak koleksinya di handphone, hardisk, bahkan di sisir rambut juga ada. Btw ini kutu apa lagu (maaf saya kutuan soalnya)
Film                                 : Film kesukaan saya film dari kartun Walt Disney. Alasannya ya karena kartun Disney tidak mengandung SARA. Keren banget, yang paling bagus selama ini yang saya suka Frozen dan Moana.
Warna                             : warna kesukaan saya semua suka, apalagi yang kalem2, dan tidak membuat pedih di mata. Saya hanya hapal warna2 utama seperti merah,biru,hijau,kuning,hitam,abu kalo warnanya lebih muda ya pake imbuhan muda dibelakangnya. Kalo suruh sebutin warna merah marroon,merah cabe, merah X, merah Y, saya menyerah dan bisa mendadak buta warna. Saya suka sesuatu yang simple dan sederhana tapi bagus.
Kelebihan                         : tidak mudah ngantuk, dan bisa nelen panadol gak pake aer. Mudah bergaul, simple, elegant, yang penting bisa glow in the dark kayak Syahrini. Dulu waktu SD,SMP, SMA saya terbilang pinter karena sering mendapat ranking 1, mendapat nilai bagus di beberapa mata pelajaran, tapi setelah lulus kuliah dan sekarang sudah bekerja, gue mendadak bego. Persamaan linier dua variabel juga gak tau, statistik, peluang (inget kan yang dadu dadu dilempar gitu), terus sama matrix. Semuanya lenyap ditelan masa. Untungnya pas beli cilok, kita gak ditanya tentang rumus reaksi kimia, sama akar kuadrat.
Kekurangan                      : Saya gak bisa menghapal jalan, dan menghapal gerakan. Semuanya itu terlalu sulit untukku...
Satu lagi, saya penggemar Raditya Dika. Selama ini hanya humorannya yang bisa membuat saya tertawa lepas.

Selasa, 17 Januari 2017

Tentang hati...dan Perhatian eps 2





(foto ini diambil sesaat setelah hujan petir di Taman Bunga Nusantara)

Episode pria 90
Ceilehhhh... gayanya.
Yang saya suka dari pria ini adalah... dia baik. Orangnya juga jujur. Saya kenal juga agak lama, mungkin sejak 2011 atau 2012 (*lupa). Sama halnya dengan pria 91, pria 90 ini pun saya gak tau bagaimana awal bertemunya. Bagaimana kita saling beretegur sapa satu sama lain, saya gak tau pasti.
Sebenarnya saya juga agak suka sama pria ini, tapi kecintaan saya masih lebih banyak ke pria 91. Ada beberapa hal yang membuat saya ragu akan dirinya. Memang sih dia baik, sopan, saya juga agak banyak tau tentang keluarganya. Oiya, kita sama2 ngerti bahasa Sunda. Ya. Dia orang Sunda, dan saya Jawa. Agak gak nyambung kalo ngomong sama dia. Selera humor yang berbeda, tapi sumpah ganteng banget ini orang. Hidungnya mancung. Pokoknya ganteng.
          Sampai suatu ketika dia kadang baik banget sikapnya, saya bingung dan takutnya memang salah mengartikan. Tapi jujur saya seneng kalo diperhatikan sama ini orang. Saya pernah cerita ini ke mama saya, dan dia menanggapi positif. Jujur, saya itu gampang tertarik dengan seseorang YANG BAIK, SOPAN, PINTER, DEWASA, MUSLIM, PENGETAHUAN LUAS (*BTW INI GIMANA CARANYA MATIIN CAPSLOCK).
Yup, jadi kalo ada cowok baik terus IQ nya gak malu-maluin. Beuhhh, bawaannya pengen buru-buru (buru-buru ngelarin ni tulisan biar bisa di posting maksudnya).
          Ya, saya sebenernya pengen nulis banyak tentang pria 90 dan pria 91 ini. Pengen sebut namanya juga, Cuma aduhh takut lah ya. Biarkan menjadi misteri. Saya punya banyak cerita dengan pria 90 ini daripada pria 91 yang kenal juga Cuma sebatas kenal doang. Pria 90 ini pernah ngajak pergi saya, oke saya mau. Perginya sih sudah agak lamaan ya, sekitar 2 bulan yang lalu karena ke suatu acara (acaranya apa? Saya rahasiakan demi keselamatan salahsatu pihak). Ya, kita pernah pergi. Dan itupun menghadiri sebuah acara yang gak penting. Sekali lagi, GAK PENTING.
          Dan sejak kepergian kita ke tempat itu, sampe sekarang dia gak pernah menghubungi saya. Saya bingung dong, “ini orang kenapa?”. Sumpah saya gak ngelakuin kesalahan apa-apa. Ya kalo masalahnya saya waktu itu cantik, itu bukan salah saya dong, sebelumnya saya pergi ke dukun pelet soalnya jadi wajar kalo keliatan cantik *aapasih. Sebenernya agak kehilangan sosok dia sih, yang biasanya kita curhat, ngomongin yang gak jelas, saling tanya, ya begitu lah biasa orang chatting. Dan sebenernya juga pengen ngehubungi dia duluan Cuma ya gimana, masih dikalahkan gengsi sayanya. Yaudah coba saya tunggu sampai kapan dia akan menghubungi saya.
          Dia good looking dan lebih ganteng dari sebelumnya bertemu, ya kita sudah lama banget gak bertemu. Terakhir ketemu dia itu, dia makan nasi dan sekarang dia makan beling (*tunggu dulu, ini orang apa kuda lumping?). Yang saya paling ingat dari dia, adalah dia pernah memuji saya. Dia bilang saya itu cantik. Oke, ini orang pasti mengidap kelainan penyakit mata. Tapi sumpah saya seneng banget waktu itu, serasa melayang-layang di udara kemudian nyangkut di tiang listrik setelah saya tau bahwa semua itu hanya imajinasi. betul. kebanyakan nonton eptipi sepertinya.
          Saya gak tau ini orang, memuji serius atau enggak. Yang jelas seneng banget, dia sukses bikin saya gak bisa tidur waktu itu (*iyalah malemnya kan panas banget, banyak nyamuk lagi). Kadang dari kata-kata yang sederhana dan menyenangkan, itu hati saya bisa luluh *eaaa.
          Bencana muncul ketika saya tau bahwa kedua pria yang saya sukai ini adalah jeng jengg jeng jeeengggggggg, “MEREKA BANYAK YANG MENYUKAI”.
Omaigat... Ahh sudahlah, diriku terlahir tidak untuk dicintai dan mungkin hanya untuk mencintai. Sejak ada masalah dengan para fans yang menyukai mereka, saya pun jaga jarak. Biarlah mereka dengan dunianya dan saya tetap dengan blog saya. Saya merasa lebih hidup disini...

Dari kedua kasus diatas, saya belajar bahwa sebagai wanita kita harus lebih bisa menjaga perasaan dan jangan sampai ada yang tau. Memendamnya akan jauh lebih baik. Tapi mengungkapkannya alangkah jauh lebih baik, karena dengan begitu kamu bisa tau, bagaimana sebenernya perasaan dia ke kita (kita? Maaf, saya masksudnya). Setelah mengungkapkannya, hati itu plong banget. Tak peduli dia menolak atau menerima tapi semuanya plong. Serasa beban 100 kg di pundak, ilang begitu saja. Tapi bagi yang tidak kuat mental, jangan ditiru ya. Takutnya stres di kemudian hari, kalo saya kan agak mudah menemukan kebahagiaan baru, jadi kalo di satu sisi tidak bahagia, saya bisa menemukan kebahagiaan di sisi lain dengan aspek yang berbeda. Sekiannn.... semoga tulisan ini sedikit dua dikit memberi pencerahan dan manfaat dalam salahsatu sisinya...Aamiin

Tentang Hati...dan perhatian



Jatuh cinta...
Mungkin ada banyak sekali pembaca yang sudah pernah merasakannya. Datangnya pun tidak disangka. Pergi pun demikian. Sudah 5 tahun ini saya masih menyukai orang yang sama. Saya tidak paham mengapa bisa terjadi. Saya tidak pernah memiliki pacar hingga saat ini (*bukan promosi lho ya..). Iya, karena saya memutuskan untuk tidak mencintai terlalu dalam. Hingga takutnya suatu hari nanti saya akan ditinggal pergi oleh salahsatu orang yang saya cintai. Bisa dibilang saya agak menutup diri dalam masalah perasaan. Karena Jakarta, saya bisa menyukai dia. Dengan perasaan saya yang sudah berjalan hampir 5 tahun ini (wah sebentar lagi saya sah menyanyikan lagu 7 years of love-nya Kyuhyun Superjunior *ehh maaf salah fokus).
Sebenarnya ada dua pria yang saya sukai. Yang pertama yang sudah saya sebutkan tadi, dia usianya beda satu tahun diatas saya. Saya kelahiran 1992 dan dia kelahiran 1991. Yang kedua adalah pria yang usianya 2 tahun lebih tua dari saya, dia kelahiran tahun 1990. Oke di sesi ini saya akan menyebut pria pertama dengan sebutan pria 91 dan pria kedua dengan sebutan pria 90.
Episode Pria 91
Pria 91 adalah seperti yang saya ceritakan, saya menaruh hati sejak 5 tahun terakhir. Bagaimana awalnya kita bertemu, saya pun tidak tau, bagaimana kami mengenal satu sama lain pun saya tidak tau.  Tanggal terakhir bertemu dia pun saya masih ingat dengan jelas. Ya. Kamis, 15 Januari 2015 beberapa hari yang lalu tepat 2 tahun tidak bertemu dengannya. Hingga detik ini juga tak pernah sehari pun saya melupakannya (*alay). Yapp. Bukan alay, tapi mungkin lebih ke terlalu menyukai. Saya tidak tau ini yang disebut cinta atau hanya sebatas menyukai semacam ngefans. Saya sangat menyukai kepribadiannya. Dia kalem, manis, kalo senyum duhh gak bisa tidur pasti kalo udah malem (*iyalah banyak nyamuk). Beberapa tahun lalu saya pernah mengungkapkan perasaan saya kepadanya. Namun hasilnya nihil. Sejak saat itu, semua akun medsos tentangnya aku hapus (bukan hanya dihapus tapi di blokir juga *jangan ditiru). Waktu itu saya sama sekali tidak membencinya. Sungguh tidak. Hanya saja saat itu saya berfikir untuk supaya saya  bisa melupakannya dengan cara menghapusnya dari beberapa akun tentang dia. Hingga suatu ketika saya diberi tau sama temen, kalo pria 91 ini udah punya pacar. Duarrr!!! Rasanya seperti ada jutaan tabung gas 3 kg yang diledakkan di kepala saya. Saya merasa hancur, merasa sedih. Saya sempat melihat fotonya waktu itu saya lagi berada di Yogyakarta sekitar abis lebaran 2012. Dan wah ceweknya cantik banget. Dibandingin saya mah aduh gak ada apa-apanya. Wajar kalo pria 91 ini lebih menyukainya.
Lama mengasingkan diri dari berita tentangnya, saya mulai agak mikir tentang saya. Ya. Saya bukan anak kecil lagi, kenapa harus bersikap layaknya anak kecil, saat itu saya mulai menerima kenyataan untuk bisa mengontrol emosi. Benar, perasaan seseorang itu tak dapat dipaksakan dan Alloh SWT juga maha membolak balikkan hati seseorang. Akhir ceritanya saya gak tau, yang jelas hingga saat ini saya sangat menyukainya. Kalo ditanya masalah alasan, saya gak tau kenapa bisa sebegitu sukanya sama orang ini, tapi saya jujur sangat tertarik dengan pria yang cerdas dan pengetahuan luas. Pria 91 ini tidak tampan, tidak ganteng, tidak manis, hanya good looking di mata saya (*eaaa BTW good looking itu apa ya #gubrakkk).
Lama waktu berlalu, saya mulai bisa menerima kenyataan bahwa ada kalimat yang bilang “Kamu mungkin bukan salahsatu warna yang diinginkan untuk membuat lukisan oleh seseorang, namun percayalah suatu hari akan ada yang membutuhkan warnamu untuk melengkapi lukisannya”. Oke. Saya agak luluh meskipun mulai menitikkan air mata. Saat itu yang ada dipikiran saya hanya tanda tanya. “Mengapa dia tidak menyukaiku?”, “apakah ada yang salah dengan perasaan saya?”,”apakah saya tidak cantik?” dan “mengapa harga cabe naik terus di pasaran?” (maaf agak ngaco). Semua pertanyaan berkecamuk di kepala. Sampe nangis dan ingus kemana-mana. Di sana saya menemukan, mungkin dia ill feel sama saya karena saya mengungkapkan perasaan saya terang-terangan. Mulai dari sana, saya coba buka blokiran facebook. Nama dia bukan lagi ada di daftar blokiran. Iya. Saya bisa mengirimi permintaan pertemanan lagi dan sebaliknya. Sejak saat itu saya menahan diri untuk tidak penasaran dengan dia. Bagaimana kehidupan dia, apa yang dia lakukan, dimana dia berada, bersama siapa, bagaimana keadaan Kalijodo pasca di relokasi (apa hubungannya -____-) saya berusaha untuk tidak stalking facebook dia.
Sampai di satu waktu, dimana saya mendapat permintaan pertemanan dari dia di facebook. Entah seneng atau sedih. Dengan kembalinya dia, seolah saya harus menata kepingan hati yang telah hancur. Berhari-hari belum saya konfirmasi, sampai akhirnya saya siap dengan keputusan besar yang saya buat (ini apa -___-).
Berjalan hingga sekarang, kami baik-baik saja. Berteman baik dan menjalin hubungan baik. Semuanya berjalan biasa saja, dan tidak sedikitpun perasaan saya hilang kepada dia. Saya mulai bertanya, apakah saya kena pelet atau sihir. Karena sampai saat ini mata saya hanya bisa melihat dia (ya alloh, anak alay macam apa ini). Meskipun di BBM saya sudah tidak berteman dengannya lagi. Apa saya penasaran?. Jawabannya pasti. Saya sangat penasaran dengan kehidupan dia. Sejauh ini yang saya tau tentang dia, dia itu sama saya sama aja alias perantau. Saya dari Jawa Barat dan dia dari Pulau Seberang (Sumatera). Saya masih menyimpan 1 fotonya, foto itu kadang saya gunakan untuk DP di BBM ya meskipun dia gak tau ya ga apalah. Terakhir kontekan sama dia itu sekitar bulan September dan sekarang sudah tanggal 18 Januari 2017 jam 11.31 siang. Betul, sebenernya saya kerja tapi kerjaan saya sudah selesai daripada nonton drama di yout*be saya mending nulis, bikin puisi atau kadang bikin rusuh di kantor.
Ada banyak hal yang mungkin bisa dilakukan supaya kita tidak sering kontek. Supaya lebih menjaga perasaan, saya gak enak kalo misalkan dia udah punya pacar terus saya kirim-kirimin dia pesan. Semua itu sebisa mungkin saya hilangkan. Apalagi saya terhitung aktif menulis status di facebook. Ya mungkin dengan status saya yang agak lucu bisa bikin dia ketawa dan berpikir bahwa saya baik-baik saja walau tanpa cintanya. Kenyataannya gak gitu, saya masih mengharapkan dia bisa suka sama saya. Bukan berarti harus jadian lho ya atau menikah. Kalo saya denger dia menyukai saya saja pun saya sudah senang mendengarnya.
Pria ini sudah kerja, saya gak tau jelas dia kerja apa yang jelas dia kerjaannya ke luar negeri melulu, ya di Bandara International Soekarno Hatta. Dimananya saya gak tau, saya malah tau dia kerja di bandara adalah dari temen saya. Saya dari dulu memang menyukai orang-orang yang berepengetahuan luas dan dewasa. Saya pun tidak pernah yang namanya pergi berdua dengan pria ini, kenal lebih deket juga enggak. Yang bikin saya heran itulah mengapa saya bisa begitu menyukainya. Gayanya juga sederhana, bener-bener sederhana dan apa adanya. Selera humornya juga sama dengan saya. Gak lebay tapi absurd banget. Sampai saat ini saya masih dalam taraf belajar untuk perlahan menghilangkan perasaan, dan lebih menerima diri dan kenyataan. Bahwa memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita dapatkan, salahsatunya tentang cinta. Saya menyukainya secara wajar, tidak mengutik masalah pribadi dia, keluarganya, pacarnya atau apanya saya sama sekali tidak menyentuh semua itu. Yang saya jalani, apa adanya. Masalah bagaimana perasaan dia kepadaku, itu masalah lain. Saya gak bisa memaksakan. Kalo gak suka ya udah, mau diapain. Udah gitu aja. Saya berharap di 2017 ini saya bisa melupakannya dan tidak mengharapkan dia dengan berlebihan seperti ini. Maaf saya tidak bisa menyebutkan nama dari pria 91 ini.
Cukuplah hanya saya yang merasakannya...
Oke sudah Dzuhur nih, waktunya sholat...

Jumat, 16 Desember 2016

Menjual Berbagai Komponen Sepatu Mulai dari Sole, Insole, Outsole, Emboss, Back Counter dan lain-lain

Hallo selamat siang semuanya, happy weekend...
*pura_pura banyak yang baca*
Saya sekarang bekerja di Daerah Harco Mangga Dua Blok A No.24. Jika anda baru pertama kali kesana kantor kami dekat rel kereta di Blok agung sedayu. Kantor kami menjual berbagai komponen sepatu, mulai dari :
- Sole (berbagai jenis dan model sole pria dan wanita),
- Insole (pria dan wanita),
- Outsole (pria dan wanita),
- Hak (berbagai jenis hak cewek),
- Ideal Tape (dengan berbagai ukuran),
- Karton Cellex,
- Asesoris Sendal wanita,
- Mesin sepatu,
- Benang Serafil (berbagai warna dan ukuran),
- Viber,
- Plataran,
- Kulit Kambing (asli),
- Kulit Ular (asli),
- Kulit Dagu,
- Bulu Kuda (asli),
- Back Counter,
- Tutup Hak, Tutup Gobang,Seri,
- Shoelast,
- Rubber Paint Netral, Rubber Paint Black,
- Excellent Black,
- Pencuci Karet, Pencuci Eva,
- Emboss Merk(dengan berbagai ukuran dan kebutuhan customer),
- Silica Gel,
- Sumpit Sepatu,
- Hardener, Woolbrush, Tamsin, Tatak Pon (berbagai ukuran), Crepsol, Amplas dan lain-lain.

Kami juga melayanidan  menerima pesanan untuk barang-barang tersebut. Jika ada beberapa perusahaan/individu yang ingin memesan produk kami untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kami di 021-6120453 atau 021-6127433 atau fax ke 021-6120024 Toko Roy Shoes Komponen atau datang langsung ke kantor kami di Harco Mangga Dua Komplek Agung Sedayu Blok  A no. 24, Jakarta Pusat bertemu dengan Bapak Michael Indradjaja.Atau bisa juga melalui email kami di roy_shoes@yahoo.com
Selamat siang...